ANC (Antenatal Care) Terpadu di Puskesmas Sokaraja II

Image

Sokaraja, Puskesmas Sokaraja II News – (22/05/2019) Antenatal Care Terpadu merupakan salah satu program kunci dalam penapisan pelayanan KIA yang dimulai saat hamil sampai pada pasca nifas. Pelayanan tersebut sangat penting bagi ibu hamil yang bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi pada masa kehamilan dan pasca persalinan.  Pelayanan kunjungan pertama ANC (K1) sampai kunjungan lengkap ANC (K4) menjadi strategi kunci provider pelayanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka missed opportunities ibu hamil yang dapat berimplikasi pada kualitas pelayanan ibu maternal dan bayi di Puskesmas Sokaraja II.

Menurut WHO, bahwa kasus kematian ibu terjadi antara 33–50% yang berhubungan erat dengan rendahnya tingkat pelayanan kesehatan yang diperoleh selama hamil sedangkan kontribusi terbesar penyebab kematian ibu tersebut berturut-turut adalah pre eklampsi, eklampsi, dan perdarahan antepartum.

Pelayanan Antenatal Care (ANC) sebagai faktor utama dalam menentukan out come persalinan termasuk menyaring secara dini faktor risiko dan juga dapat menentukan awal pengobatan ibu hamil yang mengalami komplikasi selama hamil akan dilakukan. Ibu hamil yang tidak melaksanakan ANC selama hamil berisiko lebih besar mengalami komplikasi saat persalinan.  Peran tenaga kesehatan terampil (skilled birth attendant) terutama bidan dengan keterampilan Asuhan Persalinan Normal (APN) menjadi syarat utama dan mutlak yang harus dimiliki sebelum melakukan pertolongan persalinan.

Hasil studi Graham et al (2001) cit. Carlough& McCall (2005) memperkirakan bahwa antara 13–33% kematian ibu dapat di reduksi melalui peran utama penolong persalinan terampil.)  Masa persalinan merupakan salah satu fase yang berkontribusi besar terjadinya kematian maternal di Indonesia dalam satu minggu pertama dan diperkirakan fase tersebut terjadi 60% dari semua kematian maternal. Antenatal Care Terpadu merupakan pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil. Pelayanan tersebut diberikan oleh dokter, bidan, dan perawat terlatih, sedangkan jenis pemeriksaan pelayanan ANC terpadu adalah sebanyak 18 jenis pemeriksaan yaitu keadaan umum, suhu tubuh, tekanan darah, berat badan, LILA, TFU, Presentasi Janin, DJJ, Hb, Golongan darah, proteinurin, gula darah/ reduksi, darah malaria, BTA, darah sifilis, Serologi HIV, dan USG (Kemenkes, 2012). Selanjutnya, implementasi pelayanan Antenatal Care terpadu telah diperkuat dengan dikeluarkannya kebijakan Menteri Kesehatan yang tertuang dalam pasal 6 ayat 1 huruf b Permenkes No. 25 tahun 2014 tentang upaya kesehatan anak salah satunya dinyatakan bahwa pelayanan kesehatan janin dalam kandungan dilaksanakan melalui pemeriksaan antenatal pada ibu hamil dan pelayanan terhadap ibu hamil tersebut dilakukan secara berkala sesuai standar yaitu paling sedikit 4 (empat) kali selama masa kehamilan (K1-K4).

Implementasi pelayanan ANC terpadu saling berkolaborasi antara bidan dengan tenaga kesehatan lain seperti dokter, dokter gigi, analis laboratorium/ petugas lab dan tenaga gizi. Paket pelayananlaboratorium ANC terpadu secara umum sudah dilaksanakan tapi yang belum adalah paket pelayanan Foto Rontgen (Thoraks) dan penggunaan USG untuk ibu hamil sedangkan untuk pemeriksaan BTA dikhususkan dengan indikasi.

 
 ANC (Antenatal Care) Terpadu Pelayanan Rutin setiap hari Rabu di Puskesmas Sokaraja II/Foto: Istimewa (dok. Puskesmas Sokaraja II)

 

 

 

Penulis  :  Sudarti & Haryati         

Editor    :  Raafika Dewi Prihandini

 

.

Komentar