Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Sokaraja II

Image

Sokaraja, Puskesmas Sokaraja II News – (22/05/2019) Kelas Ibu hamil merupakan sarana belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan persiapan persalinan, perawatan nifas, dan perawatan bayi baru lahir dengan menggunakan buku KIA .

Tujuan kelas ibu hamil adalah meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos / kepercayaan / adat istiadat setempat, penyakit menular seksual dan akte kelahiran. Adapun keuntungan kelas ibu hamil adalah materi diberikan secara menyeluruh dan terencana, penyampaian materi lebih komprehensif karena ada persiapan petugas sebelum penyajian materi, dapat mendatangkan tenaga ahli untuk memberikan penjelasan mengenai topik tertentu, waktu pembahasan materi menjadi efektif karena pola penyajian materi terstruktur dengan baik, ada interaksi antar petugas kesehatan dengan ibu hamil pada saat pembahasan materi dilaksanakan. Dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, dilakukan evaluasi terhadap petugas kesehatan dan ibu hamil dalam memberikan penyajian materi sehingga dapat meningkatkan kualitas sistem pembelajaran.

 

Sasaran peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 4 sampai 36 minggu karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat. Jumlah peserta kelas ibu hamil maksimal 10 orang setiap kelas, jika diperlukan suami/ keluarga diikutsertakan (di puskesmas sokaraja 2 dikenal dengan kelas bapake mamake/kelas ibu bapak).

Dalam memberikan pendidikan pada ibu hamil tersebut dilakukan langkah-langkah dari mulai persiapan sampai pelaksanaan sesuai pembelajaran kelas ibu hamil Depkes& JICA (2008) antara  lain sebagai berikut: Melakukan identifikasi terhadap ibu hamil yang ada di wilayah kerja. Ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa jumlah ibu hamil dan umur kehamilannya sehingga dapat menentukan jumlah peserta setiap kelas ibu hamil dan berapa kelas yang akan dikembangkan dalam kurun waktu tertentu misalnya selama satu tahun. Mempersiapkan tempat dan sarana pelaksanaan kelas ibu hamil, misalnya tempat di puskesmas atau polindes, kantor desa/ balai pertemuan, posyandu atau di rumah salah seorang warga masyarakat. Sarana belajar menggunakan kursi, tikar, karpet, VCD player dan lain-lain jika tersedia. Mempersiapkan materi, alat bantu penyuluhan dan jadwal pelaksanaan kelas ibu hamil serta mempelajari materi yang akan disampaikan. Persiapan peserta kelas ibu hamil, mengundang ibu hamil umur antara 5 sampai 8 bulan. Selain itu puskesmas Menyiapkan tim pelaksana kelas ibu hamil yaitu siapa saja fasilitatornya dan narasumber jika diperlukan. Membuat rencana pelaksanan kegiatan Akhir pertemuan dilakukan senam ibu hamil, sebagai kegiatan/ materi ekstra Menentukan waktu pertemuan, yang disesuaikan dengan kesiapan ibu-ibu, bisa dilakukan pada pagi atau sore hari dengan lama waktu pertemuan 120 menit dan senam 30 menit.

 

Secara garis besar materi Kelas ibu hamil berisi materi tentang:

  1. Pemeriksaan kehamilan agar ibu dan janin sehat
  2. Persalinan aman ,nifas nyaman, ibu selamat dan bayi sehat
  3. Pencegahan penyakit dan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas
  4. Perawatan bayi baru lahir agar tumbuh kembang optimal
  5. Aktifitas fisik pada ibu hamil

Materi pertemuan pada kelas ibu hamil terbagi dalam pertemuan pertama mengenai kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan yang membahas tentang apa kehamilan itu, perubahan tubuh ibu selama kehamilan, keluhan umum saat hamil dan cara mengatasinya (kram kaki, wasir dan nyeri pinggang), apa saja yang perlu dilakukan ibu hamil dan pengaturan gizi termasuk pemberian tablet tambah darah untuk penanggulangan anemia. Materi berikut pada pertemuan pertama mengenai perawatan kehamilan yang membahas kesiapan psikologis menghadapi kehamilan, hubungan suami istri selama kehamilan, obat yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi ibu hamil, tanda-tanda bahaya kehamilan dan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K).

Materi Pertemuan kedua meliputi persalinan yang membahas tanda-tanda persalinan, tanda bahaya persalinan, proses persalinan. Materi selanjutnya adalah perawatan nifas yang membahas apa yang dilakukan ibu nifas agar dapat menyusui ASI ekslusif, bagaimana menjaga kesehatan ibu nifas, tanda-tanda bahaya dan penyakit ibu nifas dan KB pasca persalinan.

Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Sokaraja II /Foto: Istimewa (dok. Puskesmas Sokaraja II)

Pada pertemuan ketiga materi yang dibahas adalah perawatan bayi meliputi : perawatan bayi baru lahir (BBL), pemberian K1 injeksi pada BBL, tanda bahaya bayi baru lahir (BBL), pengamatan perkembangan bayi/anak, Pemberian imunisasi pada BBL. Materi berikutnya tentang mitos yaitu penggalian dan penelusuran mitos yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Selanjutnya penyakit menular yang meliputi Infeksi menular seksual (IMS), Informasi dasar HIV/AIDS dan pencegahan dan penanganan malaria pada ibu hamil. Pada pertemuan ini juga dibahas tentang pentingnya akte kelahiran.

 

 

Penulis  :  Sudarti & Haryati         

Editor    :  Raafika Dewi Prihandini

 

.

Komentar